PETRICHOR


PETRICHOR


Mendung menggantung  di langit berawan
Membawa sejuk pada sanubari dan badan
Menghembuskan hawa yang membawa kesegaran
Pertanda akan datangnya periode penghujan

Pepohonan kian bersenandung gembira
Burung gereja berkicau penuh sukacita
Hewan - hewan yang berlarian dengan  ceria
Menyambut antusias musim kedua

Secangkir kopi terhidang menemani sore dimalam Minggu
Ketika tetesan tetesan kecil berjatuhan membasahi kalbu
Rasa pahit dan manis bercampur menjadi satu
Memanjakan hati dan mengusir pilu

Sepekan sudah kekeringan melanda tanah pertiwi
Mencipta resah dan menyulam gelisah di hati
Harap  cemas kegagalan akan panen padi
Takut akan mergancam kesejahteraan negeri

Namun ketakutan telah terlupakan oleh euforia
Kebahagiaan sebagai jawaban doa dari Pencipta
Hujan berkat telah dicurahkan dengan semata mata
Demi mereka yang bersusah payah berusaha dan bekerja

Gumpalan kapas itu perlahan lahan turun menjadi butiran
Tetesannya yang jatuh menimpa keringnya tanah gersang
Menciptakan suasana yang sungguh damai dan tenang

Aroma yang tercipta sungguh ajaib tak terduga
Merilekskan raga yang lelah batin dan pikiran
Mengusir rasa stres yang berkepanjangan
Menghasilkan perasaan aman dan juga nyaman

Aroma yang muncul ketika hujan turun
Di sore yang senyap dan memikat hati
Petrichor menjadi obat yang candu
Seakan ingin menikmati hingga matahari terbenam mati
Cahayanya padam dan meninggalkan kelam sendiri
                    
Desy Melati Lubis
Medan, University Of North Sumatera
13.10 A.m

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUDAHKAH GMKI MENJADI SEKOLAH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN NILAI – NILAI GMKI ?

REFLEKSI DIRI : PAHLAWAN SAMAR DALAM MEMORIAL

Perkenalan Edisi I