Dean's Diary "Pesona Adam"


Dean's Diary
"Pesona Adam"


8 Desember 2023

Bounjour.
Hai kau yang penasaran apa yang gerangan kurasakan. Selamat datang di lembah penuh cerita. Aku Dean. Kita bersua kembali. Aku senantiasa menunggumu, biarpun sebenarnya hari ini bukan jadwalku untuk merindu. Oh benarkah ? Kau tidak merindukanku ? Sudah kuduga. Karena kau bagai pungguk merindukan rembulan. Berharap sang nyata akan mampir dan sekedar memberi salam. Namun aku tidak akan bercerita panjang lebar mengenai ingin – mengingini atau pikir – memikirkan. Aku hanya akan membahas mengenai seorang wanita yang sedang dilema.
Dia kata tidak ada lagi istilah bawa perasaan dalam hidupnya. Namun, kan tidak semua perkara akan berjalan lancar. Contohnya saja perihal makhluk ciptaan Tuhan bernama Adam. Atau bukan ? Entahlah, si wanita tidak berpikir bahwa ini adalah hal yang bagus untuk buat sakit kepala. Sebenarnya kalau boleh jujur, si Adam ini tidak melakukan apa – apa. Well, dia hanya tersenyum miring sedikit, sesekali cengengesan bodoh, atau beberapa kali mungkin bertingkah konyol. Namun si wanita masih tidak mengerti apa yang membuat dia dilema. Dibilang cinta ? sepertinya tidak. Nyaman ? entahlah. Karena hampir dengan selusin Adam lainnya dia juga merasakan nyaman yang sama. Benci ? apalagi ini, memikirkannya saja rasanya mustahil. Lalu apa ?
Segala jenis emosi terbuang sia – sia hanya mencari jawaban ‘mengapa’
Si wanita tidak mudah menyerah. Selalu berkeras kepala mencari jawaban yang sebenarnya tidak perlu dia cari. Yeah, tentu saja. Karena jawabannya selalu ada bersisian dengannya. Ha !
Kau pasti menebak. Siapa si kurang beruntung ini kira – kita ? tentu saja Adam. Karena si wanita tanpa sadar telah terkungkung jerat si Adam dan terpesona oleh kharismanya. Padahal niat awalnya ingin bermain – main jenaka dan sekedar mencoba – coba. Namun, apalah daya, ‘senjata makan tuan’ berlaku juga untuk si wanita. Hari demi hari dijalani dengan ledakan emosi yang menggerogoti diri. Membuat si wanita lebih sering berdiam diri dan merasa bodoh sendiri. Bagaimana dengan Adam ? tentu saja, dengan segala kepolosannya yang berujung ketidakpekaan membuat Adam nyaman – nyaman saja dan tidak merasa ada kesalahan. Jika bertemu, Adam akan tersenyum dan beramah – tamah sewajarnya. Jika tidak bertemu, Adam melakukan hal yang sama dengan ratusan orang idiot polos lainnya, yaitu ‘tidak melakukan apa – apa’.
Puncak dari kemurkaan si wanita muncul pada penghujung bulan kesebelas. Saat sebentar lagi ia menunaikan berkurangnya satu tahun lagi dari periode umurnya. Berharap cemas bahwa akan ada kejutan dramatis khas remaja yang sedang berulangtahun. Tetapi, harapan hanya tinggal diujung kuku. Cukup hanya harapan tak ada realita. Adam yang membawa tumpukan cokelat penuh krim keju dengan lilin penerang di kaki dian yang benderang di tengah malam, hanya tinggal kepulan asap imajiner. Terdiam cukup lama, dan hampir tergugu menahan tangis, si wanita merasa gejolak dalam dada yang memaksa keluar untuk meledak. Ingin sekali rasanya, si wanita mencekik Adam dan segala kepolosannya. Omong kosong dengan laki – laki baik – baik dan penuh khasrisma. Si wanita sudah cukup merasakan penghinaan diri dan kekesalan hati. Cukup sudah tertarik dengan laki – laki kaku seperti batu. Selesailah kisah hampir jatuh hati dengan Adam yang teladan bak lelaki idaman.
Si wanita dengan mantap hati menutup kembali hati yang sudah lama berkarat pintunya. Entahlah, masih bisa dibuka lagi atau tidak. Semoga saja kandidat selanjutnya tidak sampai menghancurkan engselnya dan membuat si wanita lepas kendali. Sehingga tidak dapat mengenali emosi dan menjadi hati tanpa pintu jauh hari.
Begitulah, sedikit dongeng di sore hari dariku.
Berakhir sudah satu lagi kisah merah jambu milik gadis kesayangan semesta.

Tertanda pilu,
Dean

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUDAHKAH GMKI MENJADI SEKOLAH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN NILAI – NILAI GMKI ?

REFLEKSI DIRI : PAHLAWAN SAMAR DALAM MEMORIAL

Perkenalan Edisi I