Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

RUMAH BIRU

RUMAH BIRU Rumah Biru... Tempat untuk mereka yang mau bermimpi Tempat untuk mereka yang setia tepati janji Tempat untuk mereka yang percaya   akan   kata hati Tempat untuk mereka yang mau belajar dan mengabdi Tempat untuk mereka yang mau berkorban dan mawas diri Tempat untuk mereka yang menjunjung tinggi ke - tiga panji Tempat untuk mereka yang ingin   BerVisi dan melakukan Misi Tempat untuk mereka yang mau bersatu dan meneguhkan hati Tempat untuk mereka yang mau memelihara semesta serta bumi Tempat untuk mereka yang mau memulai dari ragi agar menjadi roti Rumah Biru... Tempat yang tidak dapat kau beli namun dapat kau Cari Tempat Kau, Aku, dan Mereka. Tempat Kita. Desy Melati Lubis Indonesia 03.11.2017 00.11 A.m

Puing - Puing

Gambar
Bait   yang di ukir si atas selembar harapan Melantunkan dongeng dikala bumi basah oleh hujan Rintihan keputusasaan terdengar dari kejauhan Menambah kesan pilu di remangnya sinar rembulan Deretan kata yang dimateraikan menjadi sebuah janji Komitmen yang terucap bak ikrar sumpah sejati Namun Keraguan telah dinista oleh kepercayaan diri Menodai kemurnian dari ketulusan hati Janji tinggal harapan yang menjadi semu Semangat diawal yang sungguh menggebu Hanya tersisa bongkahan kecil yang penuh dengan debu Nyanyian kekecewaan dilantunkan dari utara ke selatan Matahari yang membawa impian terbit sangat lamban Pesonanya tak lagi seindah bulan kedelapan Semua hanya tinggal seoongok kenangan Untuk di ingat sejenak kemudian dilupakan Kemanakan kau pergi ? Sanggupkah kau melihat bibit – bibit kecil ini tumbuh? Tanpa air kehidupan dan perawatan ? Kau ikuti kupu – kupu indah yang terbang ke barat Menelikung jalan yang telah ditelesuri dah...

PETRICHOR

P E T R I C H O R Mendung menggantung   di langit berawan Membawa sejuk pada sanubari dan badan Menghembuskan hawa yang membawa kesegaran Pertanda akan datangnya periode penghujan Pepohonan kian bersenandung gembira Burung gereja berkicau penuh sukacita Hewan - hewan yang berlarian dengan   ceria Menyambut antusias musim kedua Secangkir kopi terhidang menemani sore dimalam Minggu Ketika tetesan – tetesan kecil berjatuhan membasahi kalbu Rasa pahit dan manis bercampur menjadi satu Memanjakan hati dan mengusir pilu Sepekan sudah kekeringan melanda tanah pertiwi Mencipta resah dan menyulam gelisah di hati Harap   cemas kegagalan akan panen padi Takut akan mergancam kesejahteraan negeri Namun ketakutan telah terlupakan oleh euforia Kebahagiaan sebagai jawaban doa dari Pencipta Hujan berkat telah dicurahkan dengan semata – mata Demi mereka yang bersusah payah berusaha dan bekerja Gumpalan kapas itu perlahan – lahan t...

LAKSAMANA MERAH

LAKSAMANA MERAH Kau, wahai pucuk dari pohon yang amat menjulang Tinggi dan gagah kau terlihat dari ufuk selatan Indah dan elok daunmu ketika tertiup dan bergoyang Sarat akan kesempurnaan dan kebebasan Kau , wahai Ratu dari Kerajaan Abu - Abu Zirah emas dan permata mahal membungkus tubuhmu Sungguh bersinar siluetmu menggoncang kalbu Menundukkan dan menyihir entitas di sekitarmu Kau, wahai penguasa samudera biru Gelombang ombakmu tak kuasa berseru – seru Seakan mengatakan ingin berhenti menggulung Mereda sejenak dan mencoba merenung Kau, wahai pempimpin tentara – tentara langit Perhatikanlah kaki dan tanganmu yang mulai sakit Kehabisan daya dengan banyak torehan luka Menyiksa hati dan juga seluruh raga Kau, wahai laksamana yang kenamaan Duka dan lara pasti selalu kau telan Ibarat empedu rasanya sungguh tak tertahan Sadarlah, Pencipta sedang memberi cobaan Lakukanlah intropeksi dari banyak celaan Kau, wahai Laksamana Merah yang...

LANGIT ABU – ABU

LANGIT ABU – ABU Teruntuk Sahabat Terkasih, Yang nun jauh disana. Terimakasih untuk kenangan   manis yang terukir di permukaan   hati yang begitu suci. Terimakasih untuk masa yang indah yang boleh terekam menjadi kepingan nostalgia. Terimakasih untuk semangat dan   tawa yang kita rajut bersama. Namun, dahulu seakan   dongeng pengantar tidur belaka. Diingat hanya untuk selintas menjadi memori samar. Dibawah terang rembulan aku kembali teringat kembali akan bayangmu. Masih ingatkah kau kepadaku ? Tidak mungkin kau melupakanku secepat itu, bukan ? Masih kuingat ketika kau   meratap pilu dan bersedih hati. Daya pikat yang sungguh kuingat melekat di tubuhmu membuatku tersentuh. Kulihat dengan jelas gemetar tubuhmu saat itu. Seketika aku jatuh hati ingin mendekapmu. Memerangkapmu dan menenangkanmu. Menunjukkan kepadamu harfiah kehidupan dan benang – benang takdir yang melingkupi Alam Raya. Kuhibur dan kubawa kau ke lembah sejuta impian. Masih jelas...

PEREMPUAN : SEMANGAT KEUGAHARIAN DALAM MERANGKAI PUSPA PRIBUMI

PEREMPUAN : SEMANGAT KEUGAHARIAN DALAM MERANGKAI PUSPA PRIBUMI PENDAHULUAN Perempuan identik dengan keindahan, sikap yang lemah lembut, bersahaja, dan rapuh. Perempuan menjadi salah satu oknum penting dalam perjalanan kesejarahan bangsa Indonesia. Sejak lampau, peran perempuan turut serta membangun Indonesia mejadi satu tubuh yang merdeka hingga pada saat sekarang ini. Namun, dalam perjalanannya tidak selalu pembicaran mengenai peran perempuan berjalan mulus. Budaya yang berkembang di Indonesia, seringkali membatasi ruang gerak perempuan. Kerena, perempuan kerap kali masih dianggap sebagai ‘pelengkap’ atau hanya sebagai ‘orang kedua’ dalam rumah tangga ataupun dalam masyarakat. Perjalanan kemerdekakan perempuan dikalangan masyarakat juga dapat ditilik dari buku karangan R.A. Kartini, ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’. Sejarah juga menyatakan bagaimana R.A. Kartini menuliskan pokok – pokok pikirannya kedalam surat – surat tentang pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan untuk kema...

REFLEKSI DIRI : PAHLAWAN SAMAR DALAM MEMORIAL

REFLEKSI DIRI : PAHLAWAN SAMAR DALAM MEMORIAL Indonesia tanah air beta. Indonesia yang lahir dari kandungan Ibu Pertiwi. Bertumbuh dan besar dengan rakyat pribumi. Merdeka dan bebas karena jasa para Pahlawan Negeri. Namun, tunggu sejenak dahulu. Pahlawan seperti apa yang kita bicarakan ? Apakah Pahlawan yang bersorak ‘Merdeka!’ atau yang menenteng beragam senjata ?Benarkah Pahlawan yang seperti itu ? Atau Pahlawan yang bergerilya menetapkan strategi dan berjuang hingga titik hidup – mati ? Benar memang. Mereka kita sebut Pahlawan. Mereka kita sebut sebagai orang yang berani dan rela berkorban membela kebenaran Zamrud Khatulistiwa. Tetapi sadarkah kita, hal yang penting namun kecil telah kita lupakan ? Keberadaaan mereka yang menjerit karena lapar, yang hidup dari belas kasihan, yang tidak punya apa – apa bahkan sering menuai cela. Namun mereka lebih dari sekedar berjasa untuk Indonesia. Alkitab berkata, bahwa dalam menyikapi kesengsaraan seharusnya kita tetap mengucap syukur ke...

Dean - Carpe Diem (White Edition)

Carpe Diem Tidak menjadi sebuah alasan bahwa memiliki seorang pacar harus memiliki faedah dan manfaat. Setidaknya itu bagi Olivee. Seorang remaja menjelang dewasa yang sedang berpikir keras. Berkali – kali Olivee mencoba untuk paham arti dari sebuah hubungan dan pentingnya mendalami perasaan. Namun, sepertinya usahanya sia – sia. Seperti hari ini, Olivee sedang berkutat dengan novel romansa best seller yang kabarnya bisa menginspirasi sejuta remaja yang sedang jatuh cinta. Seperti karakter tokoh utama pria didalam novel itu. Romantis, manis, dan puitis. Tapi apalah daya, realita sangat jauh dari ekspektasinya. Jika kau memiliki pacar yang super tegang dan perhitungan, kehidupan percintaanmu tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Menatap lembaran kertas dengan bosan, Olivee mengetukkan jarinya gemas. “Kapan kau akan menyudahi aksi mendongkolmu kawan?” protes seorang perempuan diseberang Olivee. Melirik sedikit kearah entitas di depannya, Olivee kembali memberengut dengan a...