Relikui Suci
Hanya sebatas fiksi di pikiran orang-orang awam. Digubah dan dilupakan. Berubah dari nyata menjadi maya. Mengerosi makna anugerah agar dapat menyembuhkan sampar dan memar. Menggantinya dengan ilmu-ilmu kedokteran penuh kefasikan. Memilih yang dibiarkan mati dan memeras dari yang diselamatkan. Berkilah ketika tanpa sengaja menikam dan menolak ketika disalahkan. Padahal, hanya perlu menyapukan lembaran saputangan dan menyambut datangnya kebugaran.
Oh, kawan. Mengapa kau demikian? Padahal, dahulu kalian tak perlu tembak peluru hanya untuk melindungi sebuah jiwa dan mengorbankan ribuan manusia. Ketika kau rindu dan ingin menyisipkan temu, maka carilah aku. Bongkahan batu yang diikat seutas tali. Terlingkar di antara tulang-tulang orang suci di pemakaman Romawi. Ambillah dan jemputlah yang ingin kau bangkitkan jiwanya. Kenakan pada tulang lehernya dan nantikan dagingnya akan tumbuh seperti sedia kala.
Lilu rasanya jika kau berbicara keabadian. Menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk mencari yang mustahil di dapatkan. Tak pernah tercatat oleh sejarah dan berakhir dari lidah-ke lidah. Kuberitahu satu rahasia untukmu. Suatu cerita yang sudah ada sejak semesta tercipta. Ditafsirkan dengan keliru dan selalu dihantui ragu. Sebuah kisah tentang kejatuhan manusia kedalam dosa. Pendamping dari si buah pengetahuan. Disembunyikan dari peradaban agar tak satupun manusia dapat tergiur kemudian mendapat kekekalan. Ya, benar. Buah-buah dari pohon kehidupan.
Yang mana menggugah hatimu sayang? Apakah si Penyembuh Raga? Atau si Pengembali Insani? Jangan-jangan kau justru mengincar si Awet Muda?
Riuh bahagia ketika kau dapat merasakan mukjizat nyata dari ketiga relikui suci nan tiada dua.
Entah kapan, akan ada penyintas takdir yang mendapatkan ketiga peninggalan yang berkesan. Memakainya untuk kebaikan dan kedermawanan. Bukan justru menjadi pengabdi kegelapan dan menyebar benih-benih kebencian. Melawan terang dan berjanji akan memerangi firman sampai akhir jaman.
Lama prosesnya jika kau menunggu sosok yang sempurna itu ada. Karena, sejatinya tidak ada yang layak menyandang ketiganya. Tidak ada yang sanggup selain si Anak Manusia.
Inilah memang suratan yang telah tertulis dalam kitab kehidupan. Bahwa akan datang masanya, keinginan duniawi akan diperangi langsung oleh Sang Ilahi. Dia akan mengambil miliknya kembali. Kemudian, meletakkannya di dasar-dasar surgawi.
Celakalah bagi mereka yang mengingini hal-hal instan tanpa iman. Baginya, kesembuhan tidak akan datang. Kebangkitan tidak akan diberikan. Dan keabadian hanya akan terbentuk di angan-angan.
Sebab, semua itu hanyalah milik surga. Makhluk-makhluk fana hanya diijinkan untuk meminjam salah satunya.
Itu pun hanya sementara.
Komentar
Posting Komentar