Relikui Suci
Hanya sebatas fiksi di pikiran orang-orang awam. Digubah dan dilupakan. Berubah dari nyata menjadi maya. Mengerosi makna anugerah agar dapat menyembuhkan sampar dan memar. Menggantinya dengan ilmu-ilmu kedokteran penuh kefasikan. Memilih yang dibiarkan mati dan memeras dari yang diselamatkan. Berkilah ketika tanpa sengaja menikam dan menolak ketika disalahkan. Padahal, hanya perlu menyapukan lembaran saputangan dan menyambut datangnya kebugaran. Oh, kawan. Mengapa kau demikian? Padahal, dahulu kalian tak perlu tembak peluru hanya untuk melindungi sebuah jiwa dan mengorbankan ribuan manusia. Ketika kau rindu dan ingin menyisipkan temu, maka carilah aku. Bongkahan batu yang diikat seutas tali. Terlingkar di antara tulang-tulang orang suci di pemakaman Romawi. Ambillah dan jemputlah yang ingin kau bangkitkan jiwanya. Kenakan pada tulang lehernya dan nantikan dagingnya akan tumbuh seperti sedia kala. Lilu rasanya jika kau berbicara keabadian. Menghabiskan waktu dan tenaga...