Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Dean - DEE dan EGO nya (Brown Edition)

DEE dan EGO nya (BROWN EDITION)      Dee menghempaskan kasar tubuhnya di ranjang favorit nya, yang memang hanya ada satu – satunya di ruangan itu. Pikirannya menerawang dengan liar entah kemana, bibirnya mengerucut dan gestur tubuhnya yang melemas pasrah bagai tak bertulang, menambah kesan bosan di kala itu. Jam dinding menunjukkan pukul sekian malam yang pastinya sudah sewajarnya untuk anak – ralat – laki - laki sepertinya untuk terlelap. Namun tubuhnya dengan segala kehendak nya atau lebih populer disebut insomnia, mencegah Dee untuk terlelap barang sedetik pun. Waktu terus berjalan dengan anggun, meninggalkan Dee bersama segala macam sumpah serapah yang bercokol di hatinya. Oh sungguh sial. Dee benar – benar butuh tidur sekarang. Persetan dengan Insomnia yang selalu langganan menemaninya setiap malam. Menarik kasar selimut Teletubies Jingganya hingga mencapai dagu, Dee pun menutup – ralat – memaksa matanya untuk beristirahat. Namun, sepertinya Hipnos (...

Dean's Diary "OL atau OWL ?"

Dean's Diary "OL atau OWL ?" 28 Januari 2023 Semarak kegaduhan dari nunjauh disana membuat kepalaku terasa pusing. Seharusnya aku mempertimbangkan untuk menulis dalam kondisi sebegini menyebalkan. Oke, lupakan. Sore ini terlalu indah untuk dirusak oleh sekedar suara gaduh. Kembali menyapa dengan segenap hati, jiwa dan raga. Aku Dean. Cukup dean. Tidak perlu embel – embel yang lain. Sudah lama sekali sepertinya aku tidak bercerita dengan jurnal harian. Sudah berapa tahun ya ? satu ? tiga ? entahlah, aku tidak begitu ingat. Mentari terik menemani ku di hari kedelapan liburan panjang ini. Well, semenjak menetap di hutan belantara yang diklaim sebagai Perguruan terbaik se jagat raya, aku jadi sedikit primitif. Yep, kembali ke jaman batu, tulis menulis. Tetapi tak apalah, begini lebih baik untuk sesi berkontemplasi. Penenangan diri. Sebenarnya tidak ada yang ingin kuceritakan hari ini. Tapi, tiba – tiba saja ingin menuangkan perasaan dalam bentuk deretan kalimat...

Dean - Kiamat James (Purple Edition)

Kiamat James (Purple Edition) “Hei kau tidak serius bukan perihal kiamat itu ?” . . . Kala itu hujan lebat, suhu udara turun seketika mendekati titik nol. Bulir – bulir embun malam   menghalangi pandangan beberapa meter jauhnya. Sepi. Hampa. Hampir tidak ada tanda kehidupan tampak mewarnai kota itu. Semua kelabu. Gradiasi warna pucat, perpaduan hitam dan putih yang mendominasi. Yeah, tentu saja. Nyaris. Kecuali seorang pemuda tinggi jangkung yang sedang mengais – ngais tong sampah dibawah guyuran butiran beku yang menusuk kulit. Namanya James. Seragam sekolahnya yang lecek dan kotor mengukirkan nama itu. James tampak panik. Ia melemparkan apapun yang dilihatnya, ketika benda itu tidak sesuai ekspektasinya. Sambil mengulang – ulang ceracau tidak jelas, yang kurang lebih berbunyi “astaga”, “sayangku”, “Rabku yang malang”. James terus – menerus bergumam tidak jelas. Beberapa detik berlalu, atau menit ? jangan – jangan sudah berjam – jam ? Entahlah, James tidak peduli....