Dean - Kiamat James (Purple Edition)
Kiamat James (Purple Edition) “Hei kau tidak serius bukan perihal kiamat itu ?” . . . Kala itu hujan lebat, suhu udara turun seketika mendekati titik nol. Bulir – bulir embun malam menghalangi pandangan beberapa meter jauhnya. Sepi. Hampa. Hampir tidak ada tanda kehidupan tampak mewarnai kota itu. Semua kelabu. Gradiasi warna pucat, perpaduan hitam dan putih yang mendominasi. Yeah, tentu saja. Nyaris. Kecuali seorang pemuda tinggi jangkung yang sedang mengais – ngais tong sampah dibawah guyuran butiran beku yang menusuk kulit. Namanya James. Seragam sekolahnya yang lecek dan kotor mengukirkan nama itu. James tampak panik. Ia melemparkan apapun yang dilihatnya, ketika benda itu tidak sesuai ekspektasinya. Sambil mengulang – ulang ceracau tidak jelas, yang kurang lebih berbunyi “astaga”, “sayangku”, “Rabku yang malang”. James terus – menerus bergumam tidak jelas. Beberapa detik berlalu, atau menit ? jangan – jangan sudah berjam – jam ? Entahlah, James tidak peduli....